Benih Padi Terakhir
Rumah reyot di pinggiran desa menjorok ke dalam hutan itu menjadi ramai. Suara tangis beberapa anak kecil makin jelas terdengar menyayat hati. Sesekali terdengar suara perempuan dengan lembut berusaha menenangkan tangisan itu. Sebentar reda tangis yang satu, lalu kembali lagi terdengar tangis yang lainnya. Dendangan dari perempuan itu juga mulai terdengar.
Ibu :Pait-pait rasan nasi: manis - manis buaq ara.
Ibu : Tidur anakku sayang, besok kita akan petik buah ara yang banyak dibawah tebillg, supaya kau tidak lapar lagi.
Anak: Mak, untuk apa padi yang digantung itu? Beberapa bagian sudah banyak yang rontok."
Ibu :Bapakmu sudah berpesan, padi itu nanti akan kita tanam jika musim hujan, dan
Anak: Dan apa, mak?
Ibu : sudahlah, Mak kamu tidur juga ya, malam makin 1 larut. kita harus mematikan lampu ini untuk Menghemat minyak.
Anak: Tapi Mak, bapak kan.
Komentar
Posting Komentar